Hal-Hal Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Mengajukan Klaim Allianz

Hal-Hal Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Mengajukan Klaim Allianz

Banyak kemudahan yang ditawarkan dalam mengajukan klaim Allianz, salah satunya adalah dengan hadirnya fasilitas klaim secara online atau digital. Pastinya banyak diantara Anda yang sudah tidak asing lagi dengan hal ini bukan. Sebenarnya memang bukan hanya Allianz saja, karena ada banyak juga di luaran sana perusahaan asuransi lain yang juga punya fasilitas klaim secara digital atau online. Namun Allianz memang menjadi yang paling mudah syarat-syaratnya.

Selain itu Allianz ini termasuk sebagai perusahaan asuransi dengan pengalaman yang sudah sangat lama, yaitu hingga 1 abad dan memiliki kondisi keuangan secara sehat. Jadi Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan tentang resiko seperti perusahaan yang collapse atau bangkrut, sejauh ini Allianz memang memiliki kondisi keuangan yang sehat, karena jumlah nasabahnya sendiri juga tidak sedikit, yaitu sampai dengan jutaan jiwa di Indonesia.

Jadi ketika Anda sudah punya proteksi dengan Allianz ini maka tidak perlu khawatir jika terjadi resiko dalam hidup, tinggal mengajukan klaim saja sudah bisa menikmati manfaatnya. Hanya saja dalam melakukan klaim Allianz maka ada baiknya Anda tidak melakukan beberapa hal ini, karena bisa menjadi penyebab klaim ditolak, yaitu :

  1. Tidak mengecek kondisi polis, polis adalah syarat utama dalam mengajukan klaim, karena berisi perjanjian antara kedua belah pihak yaitu perusahaan asuransi dengan nasabah. Jadi jika Anda tidak memastikan apakah kondisi polis aktif atau tidak, langsung mengajukan klaim padahal kondisi polis tersebut sedang tidak aktif, besar kemungkinan nantinya permintaan klaim juga akan ditolak oleh perusahaan asuransi. Untuk itu pastikan terlebih dahulu keaktifannya.
  2. Tidak membaca syarat dan ketentuan dalam pengajuan klaim, salah satunya adalah ketika Anda tidak memastikan bahwa peristiwa atau kejadian tersebut dilindungi atau tidak oleh asuransi. Jika tidak termasuk yang dilindungi atau termasuk dalam poin pengecualian, maka otomatis nantinya permintaan klaim juga akan ditolak oleh perusahaan asuransi.
  3. Mengajukan klaim saat berada dalam masa tunggu atau waiting period, ini adalah masa yang diberlakukan setelah nasabah membeli asuransi, biasanya sekitar 30 hari atau lebih. Jadi jika seandainya ketika Anda mengajukan klaim sedang berada pada masa ini, otomatis permintaan klaim juga dapat ditolak perusahaan tersebut.
  4. Tidak teliti dalam melampirkan berkas dokumen, faktanya tidak sekedar polis saja, karena ada beberapa jenis berkas dokumen lain yang juga akan diminta. Jadi harus dicek terlebih dahulu sesuai dengan syarat yang diberlakukan, untuk memastikan bahwa tidak ada persyaratan yang kurang alias semuanya bisa terpenuhi. Karena satu saja yang kurang akan membuat permintaan klaim juga pasti ditolak.
  5. Asal dalam mengisi formulir pengajuan klaim, bahkan memiliki iktikad yang kurang baik saat mengajukan klaim asuransi, ini juga termasuk kesalahan yang tidak boleh dilakukan. Apa yang ditulis dalam formulir klaim ini harus sesuai dengan data diri pribadi sekaligus juga yang ada dalam polis.
  6. Menunda pengajuan klaim, sebaiknya Anda juga menghindari hal tersebut, bagaimanapun juga beberapa asuransi punya batas waktu pengajuan klaim, jika melebihi jangka waktu tersebut, tentunya perusahaan akan menolak permintaan klaim.

Klaim Allianz sekarang ini jadi semakin mudah dengan adanya fitur pengajuan klaim online, sehingga memang nasabah bisa melakukan klaim dari rumah, tanpa harus kemana-mana. Jadi jika masih bingung ingin beli produk asuransi dari perusahaan apa, maka Allianz adalah jawabannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *